Wednesday, 26 August 2015

Mengecek Isi Sebuah Array di C#

Pada artikel ini akan dibahas bagaimana caranya kita melakukan pengecekan terhadap isi keseluruhan sebuah Array. Pada bahasa pemrograman C# kita bisa menggunakan perintah Array.TrueForAll(namaArray, kondisi), berikut contoh penggunaannya.

Jika kita memiliki array seperti berikut

           int[] array = new int[] { 1, 3, 5, 8 };

Kemudian kita akan mengecek isi keseluruhan array tersebut didalamnya terdapat angka 5 atau tidak, maka buatlah script sebagai berikut,

           bool hasil= Array.TrueForAll(array , y == 5); // Hasilnya true

Kita akan mengecek apakah array diatas didalamnya berisi semua bilangan ganjil atau tidak,

           bool ganjil= Array.TrueForAll(array , y => y % 2 == 1); // Hasilnya false

Hasil pada contoh diatas akan muncul false, karena didalam array tersebut terdapat satu bilangan genap yaitu angka 8.

Thursday, 30 July 2015

Membuat Koneksi PHP dan Database MySQL

Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana kita membuat koneksi antara bahasa pemrograman PHP dan Database MySQL. Jika sudah terkoneksi kita dapat melakukan beberapa fungsi yang berbeda seperti menambahkan, menghapus, memperbarui dan mengubah data dalam tabel di database MySQL. Ada beberapa perintah dari PHP yang akan digunakan dalam membuat koneksi ini yaitu mysql_connect() (perintah untuk melakukan koneksi ke database mysql), mysql_select_db() (perintah untuk memilih database mana yang akan digunakan), mysql_close() (Perintah untuk menutup koneksi ke database MySQL). Untuk lebih jelasnya berikut sintak standar untuk koneksi PHP dan MYSQL.

<?php
$user_name = "root";
$password = "";
$database = "kampus";
$host_name = "localhost";


$connect_db=mysql_connect($host_name, $user_name, $password);
$find_db=mysql_select_db($database);


if ($find_db) {
 echo "Database Ada";
 mysql_close($connect_db);
}
else {
 echo "Database Tidak Ada";
 mysql_close($connect_db);
}
?>


Perhatikan empat baris skrip pertama yang ditunjukkan di atas, skrip tersebut merupakan pengaturan variabel. Variabel pertama adalah $user_name (nama username untuk masuk ke database MySQL) sedangkan variabel kedua adalah $password (password untuk username tersebut) variabel pertama berisi nilai root sedangkan variabel kedua bernilai "" alias kosong, kita menentukan nilai ini karena nilai ini adalah nilai default untuk database MySQL. Berikutnya adalah variabel $database yang berisi nama database yang ingin dituju dan variabel $host_name yang berisi nama host tempat database berasal.

Untuk baris selanjutnya perintah mysql_connect seperti yang sudah di jelaskan diatas digunakan untuk koneksi ke MySQL yang di dalemnya terdiri dari 3 parameter nama host, username dan password. Bisa saja kita langsung membuat koneksi tanpa diinisialisai seperti diatas, misalnya seperti ini mysql_connect('localhost','root','');.

Baris selanjutnya adalah memilih database mana yang akan digunakan oleh aplikasi yang akan kita buat dengan menggunakan perintah msql_select_db. Pada baris selanjutnya kita akan melakukan pengecekan apakah database tersebut ada atau tidak, jika ada maka akan menampilkan pesan "Database ada" dan jika tidak ada maka akan menampilkan pesan "Database Tidak Ada".

Sekian tutorial cara koneksi PHP dengan database MySQL semoga dapat bermanfaat.

Wednesday, 29 July 2015

Yang Harus Disiapkan Untuk Memulai Pemrograman PHP

Sebelum kita memulai membuat suatu aplikasi menggunakan bahasa pemrograman PHP kita harus mempersiapkan beberapa hal seperti berikut,

1. Web Server
Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman – halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.
Fungsi dari webserver adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait, termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya. Aplikasi Web server yang bisa digunakan diantaranya IIS, XAMPP, Apache dll.

2. Database Server dan PHP
Database server berfungsi sebagai server yang melayani kebutuhan database kepada semua client secara cepat dan handal seperti penyimpanan, pembacaan, editing, dll.
Database server yang bisa digunakan diantaranya MySQL, PostgreSQL dll.
PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web.
Apabila kita menggunakan aplikasi webserver XAMPP, database MySQL dan aplikasi PHP sudah include didalamnya, sehingga penulis sarankan menggunakan aplikasi webserver XAMPP.

3. Tools
 Setelah ketiga komponen diatas tersedia dan terinstall di komputer, maka kita memerlukan tools untuk memudahkan kita dalam menulis script php dan menjalankannya.
Tools yang bisa digunakan diantaranya Notepad ++, eclipse, Dreamwaver (berbayar) dll.

4. Web Browser
Untuk tahap terakhir kita harus memiliki web browser di komputer kita, karena jika tidak ada web browser bagaimana kita akan menjalankan script-script yang kita buat. Beberapa browser yang bisa di gunakan diantaranya Internet Exploler (sudah langsung terinstall jika kita menggunakan OS Windows), Mozila Firefox, Opera dll.

Demikian penjelasan singkat tentang apa saja yang perlu kita siapkan pertama kali jika akan membuat sebuah aplikasi berbasis web, untuk penjelasan penginstallan dan koneksi PHP dengan database akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Semoga bermanfaat..

Tuesday, 28 July 2015

Membuat Menu Dengan JQuery

Hampir semua web aplikasi yang dibuat terdapat menu untuk mengelola konten sehingga memudahkan pengunjung atau user dalam menggunakannya. Posisi menu di suatu aplikasi bermacam-macam ada yang diletakan di atas, di samping kanan atau kiri. Pada kesempatan ini kita akan membuat menu sederhana dengan bantuan JQuery dan semoga kedepannya bisa dikembangkan menjadi lebih menarik dan efektif.

1. Kita buat sintak HTML nya yang berisi list menu

<ul id="menu">
  <li>Menu 1</li>
  <li>Menu 2</li>
  <li>Menu 3</li>
  <li>Menu 4
    <ul>
      <li>Sub Menu 4-1</li>
      <li>Sub Menu 4-2</li>
      <li>Sub Menu 4-3</li>
    </ul>
  </li>
  <li>Menu 5</li>
  <li>Menu 6
    <ul>
      <li>Sub Menu 6-1
        <ul>
          <li>Sub Menu 6-1-1</li>
          <li>Sub Menu 6-1-2</li>
          <li>Sub Menu 6-1-3</li>
        </ul>
      </li>
      <li>Sub Menu 6-2
        <ul>
          <li>Sub Menu 6-2-1</li>
          <li>Sub Menu 6-2-2</li>
          <li>Sub Menu 6-2-3</li>
        </ul>
      </li>
      <li>Sub Menu 6-3</li>
    </ul>
  </li>
  <li>Menu 7</li>
</ul>


2. Kemudian kita buat sintak JQuerynya sebagai berikut,

 <link rel="stylesheet" href="code.jquery.com/ui/1.11.4/themes/smoothness/jquery-ui.css">
  <script src="code.jquery.com/jquery-1.10.2.js"></script>
  <script src="code.jquery.com/ui/1.11.4/jquery-ui.js"></script>
  <script>
  $(function() {
    $("#menu").menu();
  });
  </script>


3. Supaya panjang kolom list tidak terlalu lebar, kita tambahkan sedikit style CSS seperti berikut,

.ui-menu { width: 200px; } 

4. Berikut sintak keseluruhan

<html>
<head>
<link rel="stylesheet" href="code.jquery.com/ui/1.11.4/themes/smoothness/jquery-ui.css">
  <script src="code.jquery.com/jquery-1.10.2.js"></script>
  <script src="code.jquery.com/ui/1.11.4/jquery-ui.js"></script>
  <script>
  $(function() {
    $("#menu").menu();
  });
  </script>

<style>
 .ui-menu { width: 200px; } 
</style>
</head>
<body>
<ul id="menu">
  <li>Menu 1</li>
  <li>Menu 2</li>
  <li>Menu 3</li>
  <li>Menu 4
    <ul>
      <li>Sub Menu 4-1</li>
      <li>Sub Menu 4-2</li>
      <li>Sub Menu 4-3</li>
    </ul>
  </li>
  <li>Menu 5</li>
  <li>Menu 6
    <ul>
      <li>Sub Menu 6-1
        <ul>
          <li>Sub Menu 6-1-1</li>
          <li>Sub Menu 6-1-2</li>
          <li>Sub Menu 6-1-3</li>
        </ul>
      </li>
      <li>Sub Menu 6-2
        <ul>
          <li>Sub Menu 6-2-1</li>
          <li>Sub Menu 6-2-2</li>
          <li>Sub Menu 6-2-3</li>
        </ul>
      </li>
      <li>Sub Menu 6-3</li>
    </ul>
  </li>
  <li>Menu 7</li>
</ul>

</body>
</html>

Untuk melihat demonya bisa dilihat di link Berikut

Monday, 27 July 2015

Drag & Drop Images / Foto Dengan JQuery

Pada artikel ini kita akan membuat fitur drag dan drop image atau foto dari satu Div ke Div yang lain dengan bantuan JQuery yaitu menggunakan plugin JQuery UI Draggable dan Droppable.
 Berikut contoh pembuatannya,
1. Buatlah sintak HTML untuk menampilkan image seperti berikut

<div id="dvSource">
    <img alt="" src="http://vignette4.wikia.nocookie.net/gundam/images/9/98/Gn-0000.jpg" />
    <img alt="" src="http://vignette4.wikia.nocookie.net/gundam/images/f/f5/Ms-05a.jpg" />
    <img alt="" src="http://vignette2.wikia.nocookie.net/gundam/images/0/01/Agx-04.jpg" />
</div>
<hr />
<div id="dvDest">
    Drop here
</div>

Pada syntak diatas terdapat 2 Div dengan id "dvSource" dan "dvDest". dvSource digunakan untuk menampilkan image yang nanti image tersebut akan kita pindahkan ke dvDest.

2. Buatlah sintak CSS nya

<style type="text/css">
body
{
    font-family: Arial;
    font-size: 10pt;
}
img
{
    height: 100px;
    width: 100px;
    margin: 2px;
}
.draggable
{
    filter: alpha(opacity=60);
    opacity: 0.6;
}
.dropped
{
    position: static !important;
}
#dvSource, #dvDest
{
    border: 5px solid #ccc;
    padding: 5px;
    min-height: 100px;
    width: 430px;
}
</style>

3. Terakhir kita buat sintak Javascript / JQuery nya untuk menjalankan fitur drag dan dropnya

<script type="text/javascript" src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js"></script>
<script src="http://code.jquery.com/ui/1.8.24/jquery-ui.min.js" type="text/javascript"></script>
<link href="http://code.jquery.com/ui/1.8.24/themes/blitzer/jquery-ui.css" rel="stylesheet"
type="text/css" />
<script type="text/javascript">
$(function () {
    $("#dvSource img").draggable({
        revert: "invalid",
        refreshPositions: true,
        drag: function (event, ui) {
            ui.helper.addClass("draggable");
        },
        stop: function (event, ui) {
            ui.helper.removeClass("draggable");
            var image = this.src.split("/")[this.src.split("/").length - 1];
            if ($.ui.ddmanager.drop(ui.helper.data("draggable"), event)) {
                alert(image + " dropped.");
            }
            else {
                alert(image + " not dropped.");
            }
        }
    });
    $("#dvDest").droppable({
        drop: function (event, ui) {
            if ($("#dvDest img").length == 0) {
                $("#dvDest").html("");
            }
            ui.draggable.addClass("dropped");
            $("#dvDest").append(ui.draggable);
        }
    });
});
</script>

Untuk contohnya bisa dilihat di link  berikut